Tue 11 Nov 2008
Kemarin, 10 November, kita memperingati hari pahlawan. Hari dimana kita mengenang perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa raganya untuk membela kehormatan bangsa Indonesia. Meski pun hari telah berganti, di kota pahlawan Surabaya, bermodal Cheryl dengan gratisan wifi yang cukup lelet, seperti halnya kita memperingati hari itu dengan mengenang jasa para pahlawan, aku pun ingin mengenang para pahlawanku, yang telah memberikan jiwa dan raganya untuk menjadikanku seorang Septiana Dewi seperti sekarang ini. Dan karena banyaknya pahlawan yang telah berjasa selama hidupku, maka akan kuceritakan 9 diantaranya untuk kalian.
And, he’re my beloved heroes:
- Almarhumah Mama
Pahlawan pertamaku, yang telah mengandungku selama 9 bulan dan mempertaruhkan nyawanya di saat melahirkanku 25 tahun yang lalu. Yang merelakan tidur malamnya untuk mengganti popokku dan memberikan ASI terbaiknya untukku. Yang selalu mengatakan bahwa aku adalah bidadari kecilnya yang kelak menjadi dewi keluarga seperti nama yang diberikan untukku.
Jika kalian ingin melihat almarhumah mamaku, lihatlah aku. Itu bukan efek narsis akutku, tapi adalah kenyataan yang diakui banyak orang terutama keluarga besar mama. Aku mewarisi kecantikan mama, mulai dari wajahnya, senyumnya, rambutnya hingga bahasa tubuhnya dan aku sangat bersyukur karena menurut mereka aku juga mewarisi kesabaran serta kebaikan hatinya. Aku foto copy mamaku. Hingga jika Ibu suka melihat rambutku panjang, Bapak kurang begitu suka, dan menurutku itu karena jika beliau melihatku seperti melihat mama.
Perbedaan kami hanya pada cara berpikir. Mama adalah gadis desa sederhana yang menikah dengan Bapak dengan alasan sederhana, cinta dan bisa hidup sederhana dengan berapa pun yang Bapak bisa berikan saat itu. Masih teringat saat Budhe berkata, “ Mamamu dulu itu bisa dibilang salah satu kembang desa, banyak yang suka. Dulu kami juga heran, kenapa mamamu itu malah milih Bapakmu padahal banyak laki-laki yang sudah mapan melamarnya” Bahkan, cita-cita yang dia inginkan untuk kami putrinya pun sederhana, seperti kata Tante Win, “ Mamamu itu dulu hanya ingin supaya kamu sekolah tinggi dan jadi pegawai negeri”
Kehilangan yang kurasakan di saat aku harusnya dimanja, didikan keluarga yang membuatku harus bisa menjadi seorang cucu pertama dari keluarga besar Bapak sekaligus menjadi wakil keluarga sejak kecil, cinta yang kupelajari dari hubungan Bapak dan Ibu, rasa sakit yang kurasakan sejak smu dan banyak peristiwa yang terjadi pada ketiga keluarga besarku, menjadikanku seorang wanita dewasa yang lebih mandiri dan perfeksionis. Seperti aku melihat bahwa menikah itu tidak bisa hanya karena cinta, meski di satu sisi aku berjanji akan menjadi seorang istri seperti Mama mencintai dan mengabdi pada Bapak, bahwa pahala tertinggi seorang istri adalah selalu berusaha mencari ridho suaminya, bagiku tidak semudah itu memutuskan menikah dan hidup dengan seseorang
- Bapak
Pahlawan keluargaku sekaligus idolaku. Seperti beberapa postingan tentang Bapak yang pernah kutulis sebelumnya. Beliau mencintaiku dengat sangat. Melakukan apa saja yang bisa dilakukannya agar aku bisa tumbuh menjadi seorang dewi seperti keinginan beliau & Mama. Keluarga adlah segalanya untuk beliau. Maka itulah yang kuinginkan dari seorang pendamping hidup, meskipun aku kadang membuat persyaratan sederhana itu menjadi lebih rumit
Bapak menginginkan putra pertamanya adalah laki-laki, maka beliau mendidikku tidak seperti gadis kecil lainnya. Bapak mengajariku membuat mainan dari apa saja yang kami temukan, mengajakku maen layangan di atas genteng, mengajakku menonton sepak bola, mengajariku bermain bulu tangkis, meski akhirnya aku lebih suka menjadi penonton, mengajariku membaca sebelum aku masuk SD karena Bapak ingin aku menjadi murid yang pintar. Beliau mendidikku agar aku menjadi anak pertama keluarga yang kuat dan bisa dibanggakan.
Aku masih ingat saat Bapak memboncengku di depan dan melaju dengan kecepatan tinggi, saat itu aku sangat takut, beliau berkata, “Ini belum seberapa. Kamu tidak boleh takut, anak Bapak itu pemberani” Sejak saat itu aku berjanji pada diriku, aku tidak akan pernah membuat Bapak kecewa telah memilikiku, aku akan lakukan apa pun agar Bapak bangga punya anak pertama seorang Septiana Dewi.
- Ibu
Pahlawan keluarga kami sepeninggal Mama. Postingan tentang Ibu juga pernah kutulis beberapa kali diblog ini. Jika guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, maka Ibu adalah pahlawan seumur hidupku.
Ibu adalah teladanku selain mama, dalam hal menjadi seorang istri. Pengabdian dan jasanya pada kami, keluarganya, sangat lah besar. Sebagai seorang istri beliau adalah istri yang sangat mencintai dan berbakti pada suami. Sebagai seorang ibu, beliau adalah ibu yang luar biasa.
Beliau lah yang mendorongku menjadi seorang gadis cantik setelah Bapak membuatku menjadi gadis kuat yang tomboy, yang mengajariku bahwa seorang wanita itu tidak hanya harus pandai merawat diri untuk suami tetapi juga harus cerdas dan bisa membantu suami mencari nafkah. Beliau lah yang mengispirasiku menjadi seorang wanita karir.
- Tante Wiwin
Sebelum beliau menghadap-Nya, Mama menitipkan aku dan adek pada Tante Wiwin dan berpesan agar dia menjaga kami. Dia adalah adik Bapak yang paling kecil. Seorang wanita yang meskipun sederhana, tetapi sangat menarik. Aku mendapatkan sifat supelnya dan daya tariknya dalam berbicara serta menarik perhatian terutama terhadap lawan jenis
Seperti halnya Bapak, Tante Wiwin mencintaiku dengan amat sangat, seperti anaknya sendiri. Meskipun saat ini dia telah berkeluarga dan mempunyai satu orang putra yang menjadi ponakan kesayanganku, Kiky, dia tetap menganggapku dan adek adalah anaknya. Dia adalah tempatku mengingat semua hal tentang Mama dan pelarian kami jika kami sedang marah dengan Ibu.
Selain hubungan Bapak & Ibu, aku belajar banyak dari Tante Wiwin, yang seperti Mamaku, menikah dengan alasan sederhana itu. Kami selalu bercerita tentang apa saja, bahkan tentang kehidupan pernikahannya. Dia mengajariku bahwa seorang wanita itu, haruslah sangat kuat untuk keluarganya. Bahwa kehidupan setelah pernikahan adalah perjuangan, bahwa banyak hal yang tidak pernah terduga sekalipun akan kita temui di usia pernikahan yang semakin lama.
- Eyang Uti & Eyang Kakung
Pahlawan keluarga kami, karena saat Bapak dan Mama menikah di usia muda, mereka berdua turut membantu keluarga kami, terutama sekolahku. Yang memanjakan dan mencintaiku dengan sangat. Selain itu, bagiku mereka berdua adalah contoh pernikahan Jawa, seperti “mimi lan mintuno”, yang layak dicontoh. Eyang Uti menikah dengan Eyang Kakung karena dijodohkan, bukan karena cinta dan bukan karena beliau memilihnya. Tetapi pengabdian beliau terhadap Eyang Kakung sungguh luar biasa.
Eyang Uti mengajariku arti kata setia dan pengabdian seorang istri dengan pemikirannya sebagai seorang wanita Jawa yang sederhana. “ Witing tresno kuwi, jalaran seko kulino nduk.” Eyang kakung, meski pun beliau sangat kuno, tetapi beliau mengajariku arti kata sederhana dan sejauh apa pun aku ingin terbang dan meraih cita-cita, keluarga adalah tempat untuk kembali.
- Adek
Adek, yang meskipun waktu kecil kami suka saling menyakiti, baik menjambak rambut, mencubit, mencakar hingga membekap dengan bantal sampai salah satu dari kami hampir kehabisan napas adalah salah satu alasan aku menjadi sedewasa ini. Selisih usia kami hanya satu setengah tahun, dan karena aku adalah cucu pertama, aku sangat dimanja saat kecil, berbeda dengan adek yang hanya mendapatkan apa yang pernah menjadi milikku.
Titik balik dimana aku menjadi sangat berdosa padanya adalah saat aku membaca diary-nya. Dia membenciku, karena selalu dibandingkan denganku. Dia seakan menyadarkanku bahwa jika aku adalah seorang kakak yang baik, maka seharusnya adek bisa seperti aku, bahkan lebih baik dariku. Sejak saat itu aku merasa bahwa aku telah berhutang semua kebahagian yang telah kudapatkan dari keluarga besarku padanyadan berusaha menjadi seorang kakak yang baik untuknya.
Kini, aku tahu, seperti halnya ternyata aku sangat menyayanginya, dia pun sangat menyayangiku.
- Guru2ku
Sangat banyak untuk bagian ini, dan karena aku tidak bisa menyebutkan satu persatu guruku sejak TK hingga dosen kuliah berkaitan dengan daya ingatku yang terbatas. Selain yang pernah kutulis tentang TK ABA, SDN Glagah 1, SLTPN 9 dan SMUN 1 serta Teknologi Pangan UGM sedikit yang kuingat tentang semua yang menjadikanku seperti sekarang.
Ibu Sri, guru TK-ku menyadari bahwa aku suka tampil, maka diajarinya aku menari, meskipun saat tampil aku lupa pada gerakannya dan melakukan improvisasi sendiri
Ibu guru SD-ku, sumpah aku lupa namanya, menunjukku untuk ikut pelatihan dokter kecil hanya karena waktu itu aku bilang, aku ingin menjadi seorang dokter. Dia memberiku kesempatan itu dan mengajariku bahwa aku bisa menjadi apa pun yang aku inginkan.
- my beloved hunny bunny
Matahariku, cahaya hidup dan penjagaku. Cerita tentangnya sudah terlalu banyak di 25 tahun Septiana Dewi. Daripada dia jadi ge er, aku tidak akan menceritakan tentangnya lagi
Pertama kali bertemu, dia mengajariku cara menyelesaikan masalah secara laki-laki. Dia yang selalu memaksaku berpikir rasional, berdasarkan kenyataan dan fakta. Yang selalu menjadi alarm pengingat sekaligus penyemangat yang luar biasa. Yang bisa menjadi pereda sakit paling mujarab. Dia yang menunjukkan padaku tentang luasnya dunia. Dia yang mencintaiku dengan sangat dan tanpa syarat.
- my best friend
Sahabat sejati akan selalu ada di hati… dan persahabatan adalah setiap detik yang dilalui, adalah hidup adalah berlari ~ Mengejar Matahari.
Salah satu sahabat terbaik yang kumiliki adalah Aya, tempat berbagi segalanya. Bahu tempat bersandar saat aku menangis. Teman tertawa saat aku bahagia. Yang pertama kali datang di saat ku membutuhkan seorang teman. Dia adalah seseorang yang seakan bisa membaca pikiranku. Yang selalu mengatakan apa adanya tentangku.
Masih teringat saat dia menegurku, ” Itu ga baik cin”
” Apa?”
” Bahasa tubuhmu itu seperti memberikan harapan pada mereka. Tetapi saat mereka mendekat dan bermaksud serius kamu malah menjauh”
” Tapi aku tidak bermaksud seperti itu”
” Aku tahu, setidaknya katakan pada mereka, jangan langsung menghindar begitu”
” Baiklah”
Di atas adalah sedikit dari sekian banyak pahlawan yang telah berjasa sepanjang hidupku. Terima kasih pahlawanku, kalian akan selalu ada di hatiku.
November 11th, 2008 at 6:47 am
terimakasih, i love u… really i do.
November 11th, 2008 at 8:06 am
huh.. yang lagi pada in love…
heroes are around us sept, you got it right.
November 11th, 2008 at 8:42 am
hehehe,,,selamat hari pahlawan ;;)
November 11th, 2008 at 8:14 pm
siapa saja bisa jadi pahlawan bagi kita
keluarga,sahabat,orang tercinta,bahkan orang lain
November 11th, 2008 at 10:00 pm
semua itu tadi adalah para pahlawan tanpa tanda jasa…
November 12th, 2008 at 9:53 am
keluarga kita memang benar2 pahlawan bagi kita
November 12th, 2008 at 11:02 am
moga bahagia slalu ya mbak
November 12th, 2008 at 12:50 pm
so sweet…….
merdeka!!!!!!
November 12th, 2008 at 1:04 pm
wuuwwww…..sheepp..:)
November 12th, 2008 at 1:51 pm
orang2 terdekat yang telah memberikan kita kasih sayang dan cinta…
mereka selalu jadi pahlawan hidup kita
November 13th, 2008 at 7:28 am
Peran keluarga memang sangat penting. Perjuangannya setara dengan para pahlawan kita.
November 13th, 2008 at 7:26 pm
waduhh pahlawan banyak sekali.. gak ada kucing ya??
November 14th, 2008 at 8:19 am
Duh, jadi keingetan almarhum
nice post
November 14th, 2008 at 1:57 pm
saya gak di jadiin heronya mbak heheh
jadi inget temen deket yang meninggal karena kecelakaan
November 14th, 2008 at 4:03 pm
salam kenal mbak
hero saya sapa ya…?,
November 14th, 2008 at 5:37 pm
memang pahlawan bukan hanya yang berjuang untuk negara…tapi juga buat hidup kita masing2..jadi setiap orang pasti punya pahlawannya masing2…atau bahkan jadi pahlawan buat dirinua sendiri
November 14th, 2008 at 5:49 pm
wah.., keluarga pahlawan nie sis ?,
November 14th, 2008 at 7:05 pm
ohh ini tohh pacarnya kis..
aloww mbakkkk salam kenal ^_^
November 14th, 2008 at 7:54 pm
wah,, enaknyadikelilingin orang2 yang sayang ma kamu…
November 15th, 2008 at 9:18 pm
disamping yang kesebut diatas…masih ada nggak yang jadi dan pantas/layak jadi pahlawan yang bisa ngasih panutan ???
lam kenal ya….
November 17th, 2008 at 8:47 am
Sebuah penuturan penuh kejujuran,… semoga pahlawan2nya selalu bersemayam dihati,… kunjungan perdana,.. slam kenal ya
November 17th, 2008 at 4:38 pm
wakakak…. pahlawannya beraliran nepotisme…. wakakak…. ngomong2..mana postingan yang baru..?
November 19th, 2008 at 2:48 pm
Selamat buat Pahlawannya Septi….!
November 20th, 2008 at 7:53 am
hmmm… sahabatku, blom nulis yang baru ya ^_^
klo dah ada yg baru calling uni ya…
November 20th, 2008 at 8:03 am
ya ampun. , aku jadi teringat jasa” ortu ku selama ini (mnitikkan air mata) , semoga aku sempet bisa membalas jasa” mereka. amin ..met kenal
November 20th, 2008 at 9:17 am
banyak ya pahlawan disekitar mbak….jadi iri
November 20th, 2008 at 8:04 pm
Heroes are always people around us, because they are ready for us anytime
November 22nd, 2008 at 1:19 pm
bahagianya punya banyak pahlawan mbak…mbak septy pasti orang yang baek juga…sehingga selalu dikelilingi orang yang baek2 gituuu…congrats yaaaah…
November 23rd, 2008 at 10:50 pm
Yakin deh..akan hadir pahlawan-pahlawan lain dalam kehidupan yang akan datang… Selamat ya..
November 25th, 2008 at 4:44 pm
kadang saya baru sadar, bahwa orang tua kita sendirilah pahlawan kita yang sebenarnya…..
November 26th, 2008 at 4:20 pm
salam kenal dari newbie di Serang Banten, baru belajar bikin blog dan belajar jadi pahlawan buat keluarga
November 26th, 2008 at 8:05 pm
Selamat Mbak,sampeyan mendapat award dan PR
November 26th, 2008 at 9:00 pm
[...] auliyar | Ardy Pratama | kucingkeren | Septy | Ainulfahmi | Don45 | isnuansa | hanif | Khofia | [...]
November 30th, 2008 at 6:33 am
Seperti aku.. Pahlawanku No 1.. :-> Ibuku ..
December 2nd, 2008 at 4:55 pm
blom update??
December 9th, 2008 at 3:00 am
apdet dooong…
December 15th, 2008 at 1:38 pm
Hari hari pahlawan terus, sekarang sudah menjelang hari Ibu Non. ayo jangan males, post yang baru ya…
December 17th, 2008 at 10:25 pm
pahlawan… babat alas pendidikan indonesia ada di kaum-biasa.co.cc
December 19th, 2008 at 12:20 am
U.P.D.A.T.E
December 23rd, 2008 at 12:39 am
semoga dirimu jg bisa jadi pahlawan buat orang2 disekelilingmu
December 27th, 2008 at 12:02 pm
seneng nya ad pahlawan di sekitar kita ya… kunjungan perdana, slm kenal!
January 19th, 2009 at 1:16 pm
mampir lagi…. kemana ya, pemiliknya…..?
January 30th, 2009 at 11:12 am
wah,,, bagus neh mba.. aq juga bisa nulis panjang lebar kalo soal ibu
February 4th, 2009 at 12:25 am
moga bahaia slalu…salammmm
February 19th, 2009 at 4:16 pm
selamat yah engkau dikelilingi oleh orang yang mencintai dirimu sepenuh hati
February 25th, 2009 at 6:53 am
salam kunjungan pagy…med kenal sob…
nice blog…