Dini hari ini, pukul 01.00 WIB, 19 Oktober 2008
Selamat Ulang Tahun Ibu…
Semoga semua doamu pagi ini menjadi doa terindah yang dikabulkan-Nya…

Ibu, seorang wanita luar biasa yang mampu menghadapi keras kepalaku, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang tidak bisa memahami bahwa mama telah pergi pada-Nya, dan tak bisa menerimanya saat bapak mengenalkannya pada kami sebagai ibu. Dia tetap selalu ada untuk kami, meskipun dalam pikiranku dia bukan mama dan dia takkan bisa…

Ibu, seorang wanita luar biasa yang mampu bertahan dalam apa pun yang terjadi pada keluarga kecil yang rapuh sepeninggal mama, yang tetap berada di rumah kami meski dia harus menunggu selama lebih dari bilangan tahun agar kami, kedua mutiara kecilnya, mau memeluknya dan berkata, “Ibu aku mencintaimu”

Ibu, seorang wanita luar biasa yang Allah berikan sebagai anugerah terindah pada keluarga kami. Yang selalu memberikan yang terbaik tuk bapak dan kedua putrinya sepenuh jiwa sebagai harta paling berharga miliknya.

Selamat ulang tahun ibu,
Kuingin kau tahu, betapa aku mencintaimu dengan sangat…

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu ~ lagu Ibu by Iwan Fals

————

Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka

Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga

Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala

(puisi Husna tuk kakaknya tercinta Azzam, Ketika Cinta Bertasbih 2)