Pagi ini tidak enak badan, masup angin. Bangun pagi langsung pusing dan mual. Pesen ma Fitri, ijin setengah hari ma bos di kantor, kalau udah mendingan mungkin berangkat. Setelah hoek hoek di km dan mengeluarkan semuanya… hiks… mandi minyak kayu putih, langsung tidur lagi hingga pukul 11.30. Akhirnya kuputuskan untuk masuk saja, masih banyak kerjaan, lagipula di kosan sepi banget. 
(more…)

sangat ingin kuberikan padamu petikan puisi dari buku itu cin..

Tanpa Kata, Tanpa Isyarat

 Aku sayang padamu bukan hanya karena dirimu

Tetapi karena apa adanya aku ketika

Aku bersamamu.

 Aku sayang padamu bukan hanya karena kamu

Telah menjadi dirimu sendiri, tetapi karena

Kamu telah membuat aku menjadi diriku sendiri

 Aku sayang padamu karena kamu mampu membuatku

Bahagia 

Melebihi siapa pun

Kamu mampu melakukannya tanpa sentuhan,

Tanpa kata-kata, tanpa isyarat.

Kamu melakukannya dengan menjadi dirimu sendiri.

Mungkin inilah yang dimaksud

      Dengan menjadi seorang sahabat kekasih

 

~ terima kasih karena kau mencintaiku… matahariku…

Seperti bintang yang tak pernah mengeluhkan mengapa ia harus keluar malam hari, saat sebagian orang mulai terelap dan tak ada lagi yang sempat melihat betapa cantiknya ia saat menjelma menjadi bitang jatuh. (hanya sedikit orang yang beruntung mendapat kesempatan untuk mengucapkan mimpinya)

Juga matahari yang tak pernah menyesalkan mengapa  ia harus selalu bersinar dari pagi sampai senja saat semua orang hanya memikirkan hidup dan tak pernah sekalipun memperhatikannya. Orang-orang hanya tahu, itulah kewajibannya. Bahkan orang-orang mulai menyalahkan saat ia terlalu banyak memberikan sinarnya atau saat ia tak muncul seharian. Tak ada yang menanyakan kabar matahari, tak seorang pun peduli mengapa ia enggan menemui orang-orang seharian.

Dan seperti kamu lihat, mereka berdua selalu begitu… tak pernah mengeluh dan menyesali apa yang seharusnya terjadi. Bintang tetap bersinar cantik di malam hari dan semakin malam, saat hanya satu dua orang yang tahu… ia semakin bersinar dan cantik. Matahari tetap setia terbit di pagi hari, bersinar terik di siang hari dan semakin  siang, saat hanya satu dua orang yang menyadarinya… ia terlihat sangat hebat.

Kamu tahu, aku ingin seperti bintang dan matahari. Mereka berdua nggak pernah mengeluhkan beratnya hidup di dunia… mereka menikmati semuanya seperti apa adanya. Mereka konsisten he he he… iya nggak sih?

~ tetep tulisan jaman kuliah, aku nge fans banget yah sama bintang dan matahari? :) hingga sekarang…

Dia itu matahari ( hiks “Andai Ia Tahu” banget). Seperti matahari yang selalu menyinari setiap pagi, memberikan kehangatan pada semua karunia di bumi, begitulah dia pada setiap orang yang disayanginya. Dia adalah matahari, yang selalu membuat hariku bersinar, memberikan warna-warni pada semua yang kulihat pada hari itu, Dia adalah matahari yang bila kamu terlalu mengharapkannya pada musim hujan kamu hanya akan mendapatkannya sesaat. Dia adalah matahari yang saat marah memberikan terik menyengat yang terkadang menyakitkan namun kamu akan mengharapkannya datang lagi keesokan harinya. Dia adalah matahari yang selalu terbit pada pagi hari dan meninggalkanmu pada sore hari dan menjelma pada bintang.

Dia itu bintang. Kamu bisa melihat dan memandanginya sangat indah menghiasi malam, kamu bisa menggantungkan semua mimpi dan angan di sana, kamu bisa menceritakan semua rahasia tanpa ada seorang pun yang nantinya akan tahu, kamu bisa menghadirkannya saat kamu memerlukan seseorang disisimu… tapi jangan pernah berharap kamu dapat memilikinya seorang diri karena kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, kamu harus mau berbagi…

~ masih tulisan jaman kuliah, tentang seorang sahabat terbaik, tentang seorang sahabat tercinta

Dia adalah bintang. Bintang yang bersinar terang dan membuat semua orang penasaran atas dirinya. Bintang yang mampu mengubah gelapnya malam menjadi taman langit yang menakjubkan. Bintang yang membuat makhluk bumi sangat mempercayainya hingga menggantungkan semua mimpi dan cita pada tempat tertinggi kerlipnya. Bintang yang setia menjaga semua curahan hati manusia bumi yang selalu mengeluhkan beban hidupnya di dunia sampai ia sendiri tak sempat mengatakan bahwa ia telah menyimpan terlalu banyak masalah sehingga ia merasakan sakit yang lebih. Bintang yang selalu memberikan sinar terindahnya pada setiap hati yang memandanginya penuh tanya di tengah malam dan mencoba memberikan kekuatan dengan pesona bintang jatuhnya agar hati tersebut yakin pada keputusannya, meski bintang tahu ia bukan lah Sang Pemberi keputusan, ia hanya mencoba membuat setiap keraguan hati merasakan kenyamanan atas keyakinan mereka. Bintang yang tercipta sebagai anugerah teristimewa bagi setiap jiwa di muka bumi.

~ tulisanku jaman kuliah tentang bintang, tentang inginku menjadi sepertinya 

Dia adalah matahari. Matahari yang indah saat terbit diufuk timur pada pagi hari. Matahari yang terik dan terlihat sangat angkuh di siang hari. Matahari yang sangat mempesona saat senja menjelang. Matahari yang memberikan segenap energinya untuk setiap makhluk di muka bumi. Matahari yang semakin tak peduli saat semua makhluk mengeluhkan teriknya yang melelahkan. Matahari yang sebenarnya hanya ingin semua makhluk dibumi ini bahagia karena sinarnya adalah sumber kehidupan. Matahari yang saat terik ia terlihat sangat kepayahan bukan hanya karena ia harus mengeluarkan energinya lebih banyak tapi juga mendengar keluhan dan teriakan makhluk-makhluk yang sangat disayanginya. Matahari yang meskipun semua itu harus dihadapi setiap detik harinya ia tetap tegar dan konsisten. Matahari yang sampai kapanpun tetap menjadi anugerah terindah bagi makhluk bumi.

~tulisanku jaman kuliah dulu, saat ku mulai jatuh cinta pada matahari

Dialah motor tercinta di Jogja yang selalu menemani kemana pun aku ingin pergi. Senin itu, dia menemaniku lagi. Melalui semua jalan yang sangat ingin kulihat di Jogja… (more…)

Menyempatkan pulang ke Jogja setelah sabtu minggu tersiksa menyiksa diri di pabrik. Meski hanya bisa sehari di rumah, tapi sungguh pulang adalah hal yang paling kuinginkan. Aku rindu Ibu dan Bapak, aku rindu meski kalau ketemu sering marah dengan adekku, aku rindu bau kamarku. Aku ingin tidur dirumah.

Badan rasanya sudah ga karuan lagi. Suhunya sudah melebihi batas normal. Matanya meski tetap menggoda *waks.. narsis setiap saat setiap waktu* tampak seperti orang habis nyinden semalaman. Dan sehebatnya diriku bersandiwara, mata dan bahasa tubuh ini tak pandai berbohong. Aku sangat tidak enak badan.
(more…)

”Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki.

Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.

Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.

Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.

Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.  

Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.

Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:

Dia lupa betapa berharganya dia…”

petikan - Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

(more…)

Next Page »